Kegelisahan Perempuan

Pada saat awal aku menikah, bahkan sebelum hari H pernikahan, aku kadang membayangkan anak seperti apa yang akan saya lahirkan nanti. Laki-laki kah, atau perempuan. Semuanya sama saja. Seringkali aku membayangkan bagaimana nanti aku akan mengajarinya. Mungkin kalau dia perempuan akan aku berikan les tari atau balet. Kalau laki-laki mungkin bisa ikut les piano atau apa pun. Tetapi semua mimpi indah itu perlahan-lahan mulai kabur setelah tahun-tahun berlalu tanpa kepastian hamil. Lanjutkan ke halaman 2.

2 thoughts on “Kegelisahan Perempuan

  1. Thanks buat sharingnya di blog ini yang menjadi berkat buat aku. Yang menyadarkan aku bahwa aku nggak sendirian menghadapi perjuangan memperoleh anak. Di dalam lingkungan sosialku, diantara teman-temanku yang menikah pada thn yang sama atau bahkan pada thn yang sesudah aku semuanya sudah memiliki anak. Bahkan kenalan atau saudara jauh juga sudah memiliki anak sehingga aku merasa tidak ada teman sharing karena mereka memang tidak memiliki masalah seperti aku. Bagi mereka, hamil itu mudah dan mengatur kehamilan itu yang susah. Sementara mereka sharing tentang kontrasepsi apa yg dipakai, mana yg bagus…aku masih berkutat dengan pengobatan dan observasi. Keluarga besar suami berpikir aku tidak sehat, kandungan lemah..dll. Aku diam menghadapi semua omongan itu. Mama menasehati aku, klo aku diam maka Tuhan yang akan turun tangan membela aku. Tapi kalau aku berusaha membela diriku maka Tuhan akan membiarkan aku bekerja sendiri. Jadi aku diam saja walaupun hati ini hancur.Dr berkata rahimku bagus, bersih dan subur. Tiap bln, walau dibantu obat sel telurku juga bisa matang dan besar. Namun belum hamil juga..Kemungkinan lain saluran telurku terganggu. Jadi kemungkinan bln depan aku mau HSG. Doakan aku ya! semoga hasil yang terbaik yang Tuhan akan berikan buat aku.

  2. Halo Mbak Kristi,
    Jangan khawatir. Mbak ngga sendirian. Betul yg mama Mbak bilang, serahkan semuanya sama Tuhan dan biarkan dia yg bekerja. Aku dulu sampai 4x inseminasi buatan, 2x HSG, puluhan obat sudah kutelan sampai operasi indung telur. Pengobatan alternatif dari urut, refleksi & radhiestesi. Sakit fisik sudah tidak masuk hitungan. Menangis setiap kali mens sudah tidak terhitung. Tapi ternyata ada rencana indah lain dari Tuhan….
    Aku buat blog ini supaya org-org seperti kita ngga merasa kecil sendirian. Aku selalu doakan supaya semua temanku mendapat berkat terindah dari Tuhan, termasuk Mbak Kristi. GBU.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s