Keputusan Adopsi

Setelah Ibu mertuaku mengusulkan untuk adopsi, aku mulai merasa lebih mantap untuk adopsi, meski aku sama sekali tidak tau bagaimana caranya, ke mana harus mencari, dan yang lebih penting, apakah aku bisa? Aku mulai membicarakannya dengan suamiku. Dia menyetujuinya, meski memintaku untuk berpikir ulang agar lebih yakin. ‘Sudah yakin? Anak itu harus dirawat seperti anak sendiri lho! Kalau setelah kita ambil, terus kamu hamil & melahirkan, kita tetap harus sayang dia, lho. Dia sudah jadi anak kita. Kita ngga boleh membeda-bedakan, apalagi mau dikembalikan ke ibu biologisnya. Bisa ?” begitu kira-kira kata-katanya.  Lanjutkan ke page 2.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s