Welcome Home, Baby Boy

Aku tidak akan cerita darimana akhirnya aku mendapatkan seorang bayi mungil karena itu adalah rahasia kami yang mungkin baru akan kami buka bila waktunya sudah tepat. Kedatangannya sungguh unik, dari sumber yang tidak terduga. Mungkin bisa diumpamakan seperti seorang Sinterklas yang menjatuhkan sebungkus kado ke pekarangan rumah kami dari kereta saljunya. Ketika kado dibuka, kami mendapatkan sebentuk kuiz harta karun yang harus kami ikuti tahap demi tahap. Hadiahnya adalah seorang bayi mungil! Lanjutkan ke page 2.

2 thoughts on “Welcome Home, Baby Boy

  1. maaf saya jg pgn bgt adopsi anak tp g nngerti gmn caranya trs dptnya dimana?sdgkan kla baca/denger dr tmn2 adopsi baby dipamti asuhan susah n ribet.

  2. Halo Mbak Pipit,
    Memang utk adopsi di PA butuh waktu lumayan panjang, bisa 6 -12 bln. Tapi saya pikir tdk masalah. Anggap aja waktu yg kita pakai utk belajar mencintai anak yg bukan darah daging sendiri. kalau dijalani dgn tulus, waktu jadi tdk berarti. Sementara itu tetap cari info lain. Misalnya dari RS Bersalin, kadang ibu yg tdk mau anaknya minta pihak RSB utk info ke rekan-rekannya. Yg penting jangan terlibat jaringan penjualan anak yg ilegal. Semoga diberi jalan oleh YME. Good luck.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s