Pandangan Miring Tentang Adopsi

Beberapa waktu setelah aku mengadopsi bayi laki-laki mungil, ada seorang teman yang memberikan respon kurang baik. “Kalau aku sih, nggak bisa deh. Kok sayang sama anak yang bukan darah daging sendiri? Aneh! Mending nggak usah punya anak deh.” Begitu kira-kira kata temanku tadi. Lanjutkan ke halaman 2.

4 thoughts on “Pandangan Miring Tentang Adopsi

  1. Hi,
    terimakasih ya atas pencerahannya. Memang anak bisa datang darimana saja, tidak harus dari rahim sendiri. Pergumulan saya tentang anak adopsi sepertinya terjawab sudah, bahwa saya tidak perlu ragu dan khawatir, meskipun pasti nantinya banyak orang yang menentang keputusan saya. Yang saya yakini, asal kita berjalan di jalan Tuhan, semuanya pasti berjalan dengan baik.
    Sekali lagi terimakasih.
    Tuhan memberkati.

  2. Tidak ada yg salah dgn adopsi.. kebetulan saya juga mempunyai teman yg sudah mempunyai anak kandung sendiri namun juga mengadopsi anak balita lagi dgn pertimbangan krn rumahnya skrg sepi dan dia menyukai anak dan kebetulan anak kandungnya semuanya sudah beranjak dewasa (sedang kuliah di Jakarta semua) dan suaminya setuju..
    Ini kembali kepada manusianya..

    Memang ada juga saya mempunyai teman yg blm juga dikaruniai anak pdhal menikah sudah 10 thn lebih , waktu teman saya itu kita sarankan adopsi,malah menjawab:buat apa saya adopsi?

    Saya dan suami juga sedang dlm tahap menuju kesana selama ini kami tidak pernah ragu..semua hanya soal waktu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s