Penyesalan Seribu Andai

kisah sebelumnya di Kepergian Malaikat Kecilku

Malam ketika aku tidak segera membawa Ryl ke dokter adalah malam awal penyesalanku. Aku lebih mengutamakan kerja bahkan lembur sekedar untuk ikut meeting yang kutahu tidak banyak manfaatnya. Aku bukannya segera membawa anakku ke dokter tapi malah mendiamkannya.

Beribu andai langsung penuh bergumul di kepalaku setelah kulihat sendiri bagaimana malaikat kecilku mulai tersenggal-senggal nafasnya. Seandainya aku segera bawa dia ke dokter sebelum sakitnya bertambah parah. Seandainya aku bawa dia ke dokter di RS yang lebih baik. Seandainya aku tidak berkerja hari itu. Seandainya aku jadi ibu rumahan saja, Seandainya aku tahu dia akan pergi hari itu. Seandainya aku tahu kalau dia betul-betul butuh minum dan itu jadi minumnya yang terakhir. Seandainya aku tahu kalau ketakutannya adalah ketakutan karena ada malaikat sungguhan yang menjemput….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s